Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 10
Piool.com - Beberapa bulan setelah kerajaan Majapahit didirikan, bahaya besar pun datang. Lima belas ribu tentara yang dipimpin oleh Meng Chi datang dengan ganasnya. Chen Mien sendiri mempunyai ide aneh yang bisa menghancurkan serangan itu dalam semalam.
Akhirnya perang pun dimulai. Seratus ribu tentara dipimpin oleh Raja Wijaya sendiri berperang dengan gagahnya, namun banyak yang terbunuh karena tentara Mongol sangat ganas dan kuat. Raja Wijaya langsung kabur ke dalam hutan setelah semua tentaranya tercerai belai.
Meng Chi langsung memimpin seluruh tentaranya untuk menyerang ke dalam hutan. Karena tentara Wijaya tersisa sedikit maka dalam sekejap mereka semua menghilang didalam hutan. Pasukan Meng Chi semua masuk hingga ke tengah hutan dan tersesat. Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Ternyata bubuk meriam yang dibawa Meng Chi dibakar. Seluruh hutan terbakar dan pasukan Mongol kocar-kacir. Meng Chi terpaksa harus masuk ke bagian hutan lebih dalam lagi.
Dimalam yang gelap gulita ratusan anak panah beracun dilepaskan oleh tentara Majapahit dan membunuh ratusan tentara Mongol. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, semakin mereka tercerai berai didalam hutan, semakin parah kerusakan dalam tentara yang mereka alami. Banyak tentara yang mati terkena ranjau seperti bambu tajam yang tersembunyi didalam tanah, atau kayu besar berduri yang jatuh dari atas phon besar. Meng Chi akhirnya memerintah semua tentara untuk bergabung kembali dan kabur.
Beberapa jam kemudian mereka menemui rawa-rawa, dan dipenuhi buaya. Ratusan tentara kembali terbunuh di sana. Meng Chi sendiri kehilangan lengan kirinya. Lalu ia kabur bersama ribuan tentara yang tersisa. Ia tidak bisa beristirahat, karena sistem perang tentara Majapahit adalah perang gerilya seperti yang diajukan oleh jendral Chen Mien. Panglima raksasa Mao Ton berhasil menyelamatkan Meng Chi ketika sebuah kayu besar melayang jatuh. Mao Ton menahannya dan melemparnya ke arah pasukan gerilya.
“Ayo lari!!” teriak Mao Ton dengan keras, lalu Meng Chi segera lari pergi.
Mao Ton menahan serangan tentara Majapahit agar Meng Chi dapat kabur lebih jauh. Puluhan tentara Majapahit melepaskan panah beracun, namun itu tidak cukup untuk membunuh panglima raksasa itu. Ia mencabut sebuah pohon didekatnya dan menghajar pasukan Majapahit dengan sadisnya. Tiba-tiba sebuah anak panah melayang menembus matanya. Ia lalu berteriak keras. Tiba-tiba terlihatlah Suwongso di depannya. Mao Ton lalu mencabut keluar anak panah itu dan memakan matanya sendiri. Ia lalu berteriak keras dan memukulkan pohon yang ia cabut ke tanah. Tanah langsung bergoncang dan pohon itu hancur berantakan.
Terkait
Walaupun badan Suwongso besar namun ia sendiri bergetar ketika menghadapi monster itu. Mao Ton mengeluarkan rantai bola raksasanya dan diayukan secara gila. Namun anak panah yang mengenai mata kananya itu beracun sehingga mata kirinya menjadi buram. Ia tidak dapat melihat kecuali mengayunkan senjatanya secara membabi buta dan gila. Puluhan pohon hancur dan tanah menjadi bolong. Tiba-tiba rantai yang diayunkan itu tersangkut dari antara dua pohon raksasa. Melihat hal itu Suwongso mengambil kapak besar dan memenggal kepala panglima raksasa itu. Mao Ton pada saat itu tidak dapat melihat apa-apa kecuali sebuah bayangan besar menghampirinya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...