Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Ngentot Gadis Beijing China 2

Cerita Ngentot Gadis Beijing China 2

  Tradingan.com - Kemudian aku berbaring dan memeluk Sharlen sambil melumat bibirnya. Tanpa melepas ciuman tangannya, diam-diam dia meraih batangku dan diarahkan ke vaginanya. Sharlen melepas ciumannya lalu berjongkok di atas batangku. Tangannya membimbing batangku memasuki liang vaginanya, kunikmati setiap inci batangku memasuki vaginanya dengan meremas payudaranya sampai tertancap seluruhnya.

Sebelum memulai dia tersenyum dulu padaku dan menyeka keringat di dahiku. Kumulai ronde ini dengan menyentakkan pinggulku ke atas yang dibalasnya dengan gerakan naik turun dan desah kenikmatannya.



Rika menciumku dan berkata, “Her, sekarang bayar dulu hutanglu yah..!”
“Hutang? Hutang apaan..?” tanyaku bingung.
“Ini loh, pekerjaan lu yang belum beres tadi.” jawabnya sambil menaiki wajahku sehingga kemaluannya hanya beberapa cm dari wajahku.

Tanpa ngomong apa-apa lagi langsung kulahap kemaluan Rika yang sudah becek itu, lidahku menari-nari mempermainkan klistorisnya dan jari-jariku bertugas mengobok-obok liang vaginanya. Lidahku kukeraskan agar dapat masuk sedalam mungkin ke dalam vaginanya, sehingga menyebabkan goyangannya makin liar.

Tidak lama kemudian, “Aduh.. Rik.. Her.. gua.. keluar..!”
Sharlen menjerit pertanda mencapai orgasme. Tubuhnya menggelinjang sambil tangannya meremas payudara Rika yang berlutut di depan membelakanginya. Dan tidak urung Rika pun ikut menjerit karena bersamaan dengan itu dia juga mencapai klimaks, dan kemudian aku menyusulnya dengan menyemburkan spermaku di dalam rahim Sharlen. Kami bertiga orgasme dalam waktu yang hampir bersamaan, erangan kenikmatan sahut menyahut memenuhi kamar ini (untung saja temboknya cukup tebal untuk meredam keributan di sini).

Rika menjambak rambutku dan menjepit kepalaku dengan kedua belah pahanya dengan kencang, sehingga membuatku gelagapan disamping akibat semprotan cairan cintanya. Rika rebah di sampingku, begitu juga Sharlen, tubuh kami sudah basah bermandikan keringat. Saat kucabut kemaluanku, kulihat benda itu sudah berlumuran berbagai cairan baik sperma, ludah, cairan cinta, dan darah keperawanannya.

Aku lalu ke kamar mandi untuk membersihkan kemaluanku. Begitu keluar kudapati Rika yang masih bugil sedang duduk di sofa dan memegang gelas berisi red wine.
“Rik, Sharlen gimana..?” tanyaku.
“Udah teler tuh, lu temenin gua minum aja sini.” katanya.
Aku lalu melihat Sharlen sudah tertidur pulas akibat kelelahan dan mabuk. Dengan tissue kulap keringat di dahinya dan kemaluannya yang basah oleh berbagai cairan. Lalu kuselimuti dia sampai ke leher, setelah mengecup bibirnya kutinggalkan dia dan menghampiri Rika.

“Uuff.. capeknya, bagi minumnya dong Rik..!” kataku sambil menjatuhkan diri di sofa.
Dituangkannya segelas wine untukku, kami lalu melakukan ‘toast’ dan meminumnya sampai habis.
“Gimana barusan, Sharlen hebat ngga..?” tanyanya membuka percakapan.
Aku hanya mengangguk karena masih lelah.
“Walah.., jawabnya kok lemes amat, udah ngga kukuh nih ye..?” katanya.
“Lemes Rik, daritadi lu cuma jilat-jilat aja sih makannya masih seger.”
“Ya udah, kalo gitu sini gua bikin seger lagi deh..!” tawar Rika.

Disuruhnya aku duduk membelakangi, lalu dia pijat pundak dan punggungku. Pijatannya lumayan enak, seterusnya tangannya maju ke depan mengelus dadaku, menempelkan dadanya di punggungku. Dia melakukan ‘Thai Massage’ dengan menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, hal ini menyebabkan gairahku mulai bangkit kembali, terutama saat tangannya mulai turun dari dada menuju daerah selangkangan, apalagi sesekali dia menjilat leherku. Lanjut baca!


Cerita Ngewe Gadis Beijing China 1

Cerita Ngewe Gadis Beijing China 1

  Aopok.com - Saat itu, bulan Januari 2026 di Beijing, suasana tahun baru masih terlihat mewarnai kota berpenduduk 12 juta orang itu. Selama liburan musim dingin itu banyak teman-teman dekatku termasuk roomate-ku yang pulang. Aku tidak pulang karena waktu libur musim panas 6 bulan sebelumnya aku baru pulang, sekalian menghemat biaya, apalagi saat itu rupiah sedang terpuruk.


Aku mengisi waktu luang selama sebulan lebih itu dengan tour ke kota-kota di selatan yang cuacanya relatif lebih hangat seperti Hongkong, Shenzhen, dan Guangzhou. Sepulangnya ke Beijing, liburanku ternyata masih tersisa lebih dari seminggu. Sisa hari yang sepi dan membosankan itu kuisi dengan main PS, nonton VCD, dan jalan-jalan ke mall. Aku sering berkhayal bagaimana rasanya dingin-dingin gini ada cewek cantik yang menemaniku.

Akhirnya pada suatu ketika terwujud juga impianku. Suatu hari aku sedang berjalan-jalan di Xidan, salah satu pusat perbelanjaan di sana (sebagai info, harga barang di sini sangat murah, asal pintar menawar kita bisa mendapatnya dengan setengah harga). Lelah setelah berkeliling dan belanja seharian, aku memasuki restoran KFC untuk mengisi perut.

Ketika aku sedang makan, kudengar suara orang berbicara dalam bahasa Indonesia, ternyata suara itu berasal dari 2 gadis cantik duduk tidak jauh di sampingku. Yang satu tinggi langsing, berambut panjang kemerahan, bermata sipit, dan yang satunya lagi berambut sebahu lebih dikucir. Aku tadinya bermaksud menyapa, namun kutunda niatku setelah kudengar mereka sedang membicarakan diriku.

Dengan sikap pura-pura cuek, kusimak percakapan mereka.
“Eh, Len, liat ngga cowok yang sendirian disana tuh, ok juga yah..” kata yang rambut panjang.
“Gile lu, suaranya keras amat, kalo dia denger gimana..?”
“Fang xin lah (tenanglah), biar denger juga dia ngga ngerti kok.” (ternyata mereka tertipu oleh wajah Chineseku yang mirip orang sana, ditambah lagi penampilanku waktu itu yang mirip orang lokal).

“Hhmm.., lumayan juga sih, rambutnya mirip Nicholas Tse, gatal ya Rik, gara-gara udah lama ngga ketemu si Edwin.”
Aku berusaha menahan tawaku dengan menutup mulut atau melihat ke arah lain. Lalu aku sengaja lewat di depan mereka dan menyapa dengan ramah.
“Hai, anak Indo juga nih..!”
Mereka kaget setengah mati terutama yang berambut panjang itu, wajahnya memerah dan tertunduk malu, yang rambutnya dikuncir melirik pada temannya sambil tertawa kecil.

Singkatnya, perkenalan kami berlanjut dan kuketahui yang berambut panjang kemerahan itu bernama Rika, umur 22 tahun, sebaya denganku dan yang satunya bernama Sharlen, umur 20 tahun. Mereka berdua sudah setahun belajar bahasa di sini. Senang sekali akhirnya aku dapat ngobrol panjang lebar dengan bahasa Indonesia lagi. Habis makan kami berkeliling menikmati suasana senja kota Beijing yang masih diselimuti salju.

Walaupun baru kenal, namun kami begitu cepat akrab, mungkin karena faktor senasib sepenanggungan di negeri lain. Sifat Sharlen yang kalem dan wajahnya yang imut seperti Kyoko Fukada membuatku jatuh hati padanya, aku berusaha untuk lebih mengenalnya lebih dalam. Tidak terasa waktu cepat berlalu, sehingga sekarang sudah hampir jam 9 malam. Taksi yang membawa kami tanpa terasa pula sudah mendekati apartemen mereka di daerah Xueyuan Lu.

“Her, mau liat-liat tempat kita ngga? Temenin tuh si Sharlen, dia kan pengen punya pacar.” kata Rika sambil tertawa.
“Idihh, siapa yang mau, lu kali Rik.” balas Sharlen menyikut temannya.
“Lain kali deh, takut kemalaman. Tempat gua masih jauh sih.” jawabku berbasa basi.
“Aahh, takut amat sih malam juga masih ada taksi kok, lagian Beijing kan aman ngga kaya Indo.” kata Rika.
“Iya Her, kita juga lagi suntuk nih, banyak yang pulang sih.” sambung Sharlen.

Akhirnya aku memutuskan mampir di tempat mereka dulu. Sebelum ke apartemennya, mereka membawaku mengitari daerah sekitar yang merupakan daerah kost dan sekolah pelajar-pelajar mancanegara itu. Udara menjadi hangat dan tercium aroma khas kamar cewek begitu kumasuki kamar mereka yang tidak terlalu besar namun tertata rapih (beda dengan kamarku yang mirip kapal pecah).

“Eh, lu orang ngobrol aja dulu, gua mau berendam dulu yah.” kata Sharlen, lalu dia mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Sepeninggal Sharlen, aku dan Rika ngobrol-ngobrol sambil nonton TV. Rika orangnya agak bawel dan kocak, kami terhanyut dalam gelak tawa obrolan kami, dari situ kuketahui bahwa dia sudah punya pacar di Indonesia, kukorek keterangan lebih lengkap mengenai Sharlen, thanks God ternyata Sharlen belum ada yang punya, jadi terbuka kesempatan bagiku untuk mendapatkannya. Lanjut baca!


Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 10

Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 10

  Piool.com - Beberapa bulan setelah kerajaan Majapahit didirikan, bahaya besar pun datang. Lima belas ribu tentara yang dipimpin oleh Meng Chi datang dengan ganasnya. Chen Mien sendiri mempunyai ide aneh yang bisa menghancurkan serangan itu dalam semalam.

Akhirnya perang pun dimulai. Seratus ribu tentara dipimpin oleh Raja Wijaya sendiri berperang dengan gagahnya, namun banyak yang terbunuh karena tentara Mongol sangat ganas dan kuat. Raja Wijaya langsung kabur ke dalam hutan setelah semua tentaranya tercerai belai.


Meng Chi langsung memimpin seluruh tentaranya untuk menyerang ke dalam hutan. Karena tentara Wijaya tersisa sedikit maka dalam sekejap mereka semua menghilang didalam hutan. Pasukan Meng Chi semua masuk hingga ke tengah hutan dan tersesat. Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Ternyata bubuk meriam yang dibawa Meng Chi dibakar. Seluruh hutan terbakar dan pasukan Mongol kocar-kacir. Meng Chi terpaksa harus masuk ke bagian hutan lebih dalam lagi.

Dimalam yang gelap gulita ratusan anak panah beracun dilepaskan oleh tentara Majapahit dan membunuh ratusan tentara Mongol. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, semakin mereka tercerai berai didalam hutan, semakin parah kerusakan dalam tentara yang mereka alami. Banyak tentara yang mati terkena ranjau seperti bambu tajam yang tersembunyi didalam tanah, atau kayu besar berduri yang jatuh dari atas phon besar. Meng Chi akhirnya memerintah semua tentara untuk bergabung kembali dan kabur.

Beberapa jam kemudian mereka menemui rawa-rawa, dan dipenuhi buaya. Ratusan tentara kembali terbunuh di sana. Meng Chi sendiri kehilangan lengan kirinya. Lalu ia kabur bersama ribuan tentara yang tersisa. Ia tidak bisa beristirahat, karena sistem perang tentara Majapahit adalah perang gerilya seperti yang diajukan oleh jendral Chen Mien. Panglima raksasa Mao Ton berhasil menyelamatkan Meng Chi ketika sebuah kayu besar melayang jatuh. Mao Ton menahannya dan melemparnya ke arah pasukan gerilya.

“Ayo lari!!” teriak Mao Ton dengan keras, lalu Meng Chi segera lari pergi.

Mao Ton menahan serangan tentara Majapahit agar Meng Chi dapat kabur lebih jauh. Puluhan tentara Majapahit melepaskan panah beracun, namun itu tidak cukup untuk membunuh panglima raksasa itu. Ia mencabut sebuah pohon didekatnya dan menghajar pasukan Majapahit dengan sadisnya. Tiba-tiba sebuah anak panah melayang menembus matanya. Ia lalu berteriak keras. Tiba-tiba terlihatlah Suwongso di depannya. Mao Ton lalu mencabut keluar anak panah itu dan memakan matanya sendiri. Ia lalu berteriak keras dan memukulkan pohon yang ia cabut ke tanah. Tanah langsung bergoncang dan pohon itu hancur berantakan.


Walaupun badan Suwongso besar namun ia sendiri bergetar ketika menghadapi monster itu. Mao Ton mengeluarkan rantai bola raksasanya dan diayukan secara gila. Namun anak panah yang mengenai mata kananya itu beracun sehingga mata kirinya menjadi buram. Ia tidak dapat melihat kecuali mengayunkan senjatanya secara membabi buta dan gila. Puluhan pohon hancur dan tanah menjadi bolong. Tiba-tiba rantai yang diayunkan itu tersangkut dari antara dua pohon raksasa. Melihat hal itu Suwongso mengambil kapak besar dan memenggal kepala panglima raksasa itu. Mao Ton pada saat itu tidak dapat melihat apa-apa kecuali sebuah bayangan besar menghampirinya. Lanjut baca!


Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 9

Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 9

  Iklans.com - Pada malam rapat militer berikutnya Jendral Wijaya mengadakan misi rahasia untuk membunuh Jendral Subodai. Apabila misi itu berhasil maka tentara Mongol akan semakin liar dan membabi buta tentara Kediri, dan juga kepemimpinan atas semua tentara akan digantikan oleh Meng Chi. Panglima Meng Chi telah diketahui oleh WIjaya sejak dahulu bahwa kedatangannya kedua kali-nya ke Nusantara adalah untuk menjadi raja sendiri dan membelot kepada Khan (sebutan untuk kaisar di negeri Mongol).


Maka misi pun dijalankan. Akhirnya dipilihlah seorang wanita cantik untuk ditugaskan pada misi itu. Wanita itu pernah tinggal di negeri Hojo (nama kerajaan di Jepang pada waktu itu) selama dua tahun dan belajar ilmu ninja. Wanita itu keturunan bangsawan dari tanah Jawa. Keluarganya dibantai oleh tentara Kediri dan sekarang adalah tiba saatnya untuk membalas dendam. Wanita ninja ini tahu kalau misinya sangatlah penting dan berbahaya, karena apabila sukses, maka kerajaan Kediri ditafsirkan akan runtuh dalam waktu kurang dari sebulan. Akhirnya berangkatlah wanita itu.

Diperkemahan Mongol, pada malam yang gelap gulita, wanita ninja itu berpakaian baju ketat berwarna hitam, dan celana rok yang mini (seperti dalam kartun Jepang cewek ninja) sehingga ia dapat bergerak leluasa. Hanya dalam beberapa loncatan saja ia sudah mencapai atap kemah Subodai. Wanita itu pun turun ke kemahnya dengan mengigit sebuah pisau kecil. Terlihatlah jendral Subodai yang sedang tidur lelap. Wanita itupun melempar pisaunya dan meleset.

Subodai ternyata hanya pura-pura tidur saja. Tangannya yang kekar menangkap pergelangan kaki wanita itu dan ditarik secara kasar. Wanita itu jatuh tepat diranjang Subodai. Jendral yang sedang tidak bisa tidur itu langsung merobek baju wanita itu.

“Kyaa!!” teriak wanita itu.

Namun tidak ada orang yang bisa menolongnya. Wanita itu langsung menutup bajunya yang setengah robek itu, dan berusaha mundur. Namun ranjang yang empuk itu membuat gerakannya terhambat. Tangan Subodai langsung memegang dan menarik paha wanita itu. Lalu wanita itu langsung meronta-ronta namun kedua betisnya terjepit di kedua ketiak Subodai sehingga ia tidak bisa bergerak bebas lagi. Subodai langsung mengelus paha wanita itu sambil tersenyum sambil berdiri. Wanita yang tiduran di ranjang itu tidak bisa berbuat banyak selain meronta dan berteriak.

Elusan itu bertambah liar, dari paha, betis hingga ke celana dalam wanita itu yang berwarna putih. Akhirnya celana dalam itu dirobek, dan kepala Subodai langsung terjun bebas dan mendarat di vagina wanita itu. Lidah dan bibir Subodai langsung mencium, menjilat, dan menghisap vagina wanita itu. Kedua paha wanita itu di apit sehingga tidak bisa bergerak banyak. Setelah puas menjilat Subodai langsung kembali berdiri tegak dan merobek pakaian wanita itu sampai ludes. Wanita itu kembali meronta-ronta dan berteriak,


“Tolong, jangan, lepaskan aku”.
Subodai menjawab, “Kau akan kulepaskan setelah aku puas menikmatimu”.

Setelah wanita itu dibuat telanjang, Subodai langsung melepaskan kedua paha wanita itu, dan menelanjangkan dirinya. Wanita itu semakin ketakutan dan bergeser sampai ujung ranjang yang menempel ke dinding sambil menutup kedua dadanya yang montok dengan tangan. Wanita itu tidak bisa kabur karena pahanya sakit setelah dikunci sekian lama oleh sang jendral Mongol. Subodai langsung naik ke ranjang dan mencoba untuk membuka kedua kaki wanita yang disilangkan itu. Wanita itu berteriak sambil mengelengkan kepala secara keras sebagai tanda ketidak setujuannya atas tubuhnya untuk dinikmati, namun Subodai langsung membuka mulutnya yang besar dan menempelkannya ke mulut wanita yang kecil itu. Lanjut baca!


Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 8

Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 8

  Tradingan.com - Lalu saat ia ingin mengeluarkan kerisnya seorang tentara memanah tangannya sehingga keris itu jatuh ke tanah, tiba-tiba di depannya muncul Jendral Subodai. Subodai langsung mencekik Sanjaya dan mengangkatnya ke udara dengan satu tangan. Dalam keadaan tercekik, Sanjaya berkata dengan suara terbata-bata,

“Siapakah.. kalian.. sebenarnya?”.
Subodai menjawab,”Orang lemah sepertimu seharusnya membusuk di neraka saja.”


Lalu cekikan itu bertambah keras, dan menghancurkan leher jendral itu. Darah bercucuran keluar dan menetes di wajah Subodai. Lalu jendral Mongol itu menjilati darah yang berada dimukanya. Hal itu membuat Suwongso terdiam dan tidak dapat berbuat apa-apa, tiba-tiba ia dikagetkan oleh tentaranya, karena sebagian tentara jatuh pingsan dan beberapa diantaranya mati ketakutan. Panglima Suwongso sekarang baru sadar mengapa pada malam sebelumnya ia dilarang oleh panglima Chen Mien untuk datang ke daerah itu.

Akhirnya benteng pun direbut, namun tentara Mongol itu langsung membakarnya, Suwongso menjadi binggung karena benteng itu dibangun didaerah yang cukup strategis untuk bertahan. Lalu ia akhirnya berkuda ke tempat sang Jendral dan mohon pamit untuk kembali ke wilayah Jendral Wijaya. Saat itu ia melihat semua wajah tentara Mongol berubah mengerikan. Wajah mereka bukan lagi tampak seperti manusia namun seperti kawanan serigala yang lapar dan haus darah. Wajah mereka semua kejam, dan tersenyum. Akhirnya sebelum Suwongso pulang ia mendengar salah seorang perwira bertanya kepada Subodai.

“Jendral, hari masih pagi. Daerah mana lagi yang harus kita makan?”

Suwongso baru sadar bahwa para tentara Mongol itu tidak perlu tempat untuk bertahan, mereka hanya tahu menyerang dan membantai. Suwongso segera pergi dari tempat itu karena takut. Saat ia kembali ke benteng Wijaya, ia langsung menceritakan semua yang ia lihat kepada semua orang.

Wijaya pun berkata,”Suwongso, apakah kau tahu kekuatan Chen Mien?”
Lalu Suwongso pun menjawab,”Iya, Ia jauh lebih kuat dariku, karena ia hampir membunuhku dulu.”
Wijaya terdiam sebentar lalu berkata,”Apabila kerajaan Sung yang banyak terdapat orang kuat seperti Chen Mien saja dapat dikalahkan oleh orang Mongol, berarti orang Mongol benar-benar bukan orang sembarangan, itulah sebabnya Chen Mien telah memberi tahu kepada kita agar hati-hati pada rapat militer tahun lalu.”
Lalu semua perwira dan panglima menjadi takut dan sadar akan kekuatan musuh yang mereka hadapi.

Dimalam harinya putri Ayu datang menjengguk panglima Chen Mien yang patah hati. Ia hanya duduk sendirian di kamarnya yang gelap dan sunyi. Kepalanya selalu tertunduk ke bawah, dan air matanya menetes setiap saat secara pelan-pelan. Ayu ikut sedih akan panglima yang setia kepada pemimpin dan kekasih ini. Ayu masuk kekamar itu dan mencoba untuk menghibur sang panglima. Namun hiburan itu tidak dapat merubah reaksi sang panglima. Ayu langsung berdiri dibelakang punggung Chen Mien yang sedang duduk dikursi dan memeluknya dari belakang. Lanjut baca!


Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 7

Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 7

  Biodataviral.com - Siang dan malam mereka berkuda dan akhirnya mereka pun tiba di desa pecinaan. Di desa itu masyarakat mayoritasnya adalah warga negeri Sung, karena desa itu baru dibangun tidak lama. Terlihatlah seorang pemuda, dan berkuda ke arah Arjuna diiringi dua puluh tentara.

“Siapa kau, orang luar dilarang kemari ” kata pemuda itu.
Tanto lalu marah dan berkata, “Beraninya kau menghina kami. Kami adalah orang penting dari kerajaan Kediri. Ini adalah perwira Arjuna, anak dari Jendral Sanjaya.”
Mendengar hal itu pemuda itu langsung turun dari kuda dan membungkukan badan sebagai tanda memberi hormat.
“Maafkan kelancanganku, ternyata anda adalah anak dari Jendral yang menumpas kawanan perampok.”


Pemuda itu langsung mempersilahkan rombongan Arjuna untuk masuk ke desa itu. Pemuda itu badannya tidak begitu besar. Tingginya 178 cm, umurnya 30 tahun dan ia adalah kepala desa di daerah itu. Ia bernama Huang Man, tabib yang terkenal itu kemudian dipanggil dan memeriksa sang Jendral yang dibawa didalam kereta. Tabib itu kemudian mengatakan bahwa sang jendral terkena racun yang ganas. Hanyalah obat ginseng yang dicampur dengan tanaman dentet yang dapat mengobati racun itu. Pada saat itu tabib Xun Yang hanya mempunyai ramuan ginseng saja. Sedangkan tanaman dentet itu adalah tanaman yang sangat jarang ditemukan. Tanaman itu sangat berkhasiat dan hanya dapat tumbuh di puncak gunung Lorojangkung.

Akhirnya rombongan Arjuna pergi ke gunung itu yang ditemani oleh Huang Man. Sepanjang jalan itu entah berpuluh-puluh perampok dan binatang buas yang ditemui mereka, namun itu bukanlah masalah besar karena rombongan Arjuna jauh lebih kuat, namun sang jendral besar yang terkena racun itu tidak bisa tahan terlalu lama. Setelah mereka sampai digunung itu terlihatlah asap besar, ternyata datuk Tantong sedang membakar tanaman berkhasiat itu. Teman Arjuna, Tanto langsung berlari dan menyelamatkan salah satu tanaman itu, serta melemparnya ke Arjuna. Walau Arjuna dapat mengamankan tanaman itu, Tanto tidak sempat kabur dan mati terbakar. Dukun itu menjadi marah dan mengeluarkan panah racunnya yang berkhasiat.

“Ini adalah racun terakhirku, kalau tumbuhan ini tidak dibasmi, maka racunku bukanlah racun terhebat di Nusantara,” teriaknya.

Sinta langsung bergerak cepat dan memanah racun itu. Cairan racun itu jatuh dan meresap ke dalam tanah. Datuk itu menjadi marah dan memanggil dua ekor macan kumbang peliharaanya. Sinta langsung memanah macan yang berlari ke arahnya. Anak panah itu terkena leher macan, dan membuatnya jatuh ke tanah. Anggito dan Huang Man langsung mencabut pedangnya dan memenggal kepala macan itu. Sedangkan Arjuna yang naik pitam karena kematian temannya langsung berlari ke arah datuk itu.


Macan yang satunya lagi langsung mengejar Arjuna, dan terjadilah perkelahian yang luar biasa. Arjuna hanya berbekal pedang kecil, namun dapat membunuh macan kumbang itu. Arjuna masih belum puas, lalu mencabut kerisnya dan melompat ke arah datuk itu. Datuk itu jatuh ketanah dan berteriak tolong. Keris yang tajam dan berlikuk-likuk itu ditusuk dan ditarik di leher datuk itu secara berulang-ulang. Teman-teman Arjuna langsung berusaha menariknya pergi karena api kobaran digunung itu semakin besar. Akhirnya mereka berhasil kembali ke desa pecinaan dalam waktu tepat, dan mengobati sang jendral. Panglima Anggito langsung kembali ke benteng pertahanan untuk menjaganya. Sedangkan sang jendral harus beristirahat di desa itu selama beberapa bulan. Akhirnya Jendral itu sembuh dan kembali ke pos pertahanan. Lanjut baca!


Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 6

Viral Cerita Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 6

  Tradingan.com - Akhirnya pagi pun tiba dan hujan turun dengan derasnya. Para perwira dan panglima telah kehabisan tenaga. Mereka terus-terusan melihat bendera musuh di sekitar mereka. Akhirnya para perwira mengkhianati panglima mereka sendiri. Mereka mengikat Tanjung Palaka saat ia sedang tidur kecapaian dan mengantarnya ke Chen Mien.

Melihat hal itu Chen Mien langsung memerintah tentaranya untuk menghukum mati para perwira musuh,


“Aku paling benci para pengkhianat. Apabila panglima kalian saja bisa kalian khianati seperti ini, bagaimana dengan aku yang hanyalah perwira kecil,” kata Chen Mien dengan wajahnya yang penuh amarah.

Chen Mien langsung mengambil pisau kecil dan memotong semua tali yang mengikat panglima Tanjung Palaka serta memberinya mantel agar panglima itu terhindar dari derasnya air hujan,

“Apa-apaan ini,” tanya panglima yang sedang kebinggungan itu.
“Anda adalah panglima yang hebat. Aku benar-benar kagum pada anda sejak pertama kali kita berperang,” jawab Chen Mien.
Panglima Palaka itu terharu lalu bersujud di depan Chen dan berkata, “Aku juga sangat kagum pada anda. Anda tidak hanya kuat dan jantan, namun anda juga memiliki hati nurani yang besar. Aku Tanjung Palaka merasa sangat terhormat dapat gugur ditangan anda.”

Chen Mien langsung mempersilahkan ia berdiri dan membujuknya untuk bergabung dengan Panglima Wijaya. Ia langsung setuju dan bersumpah untuk rela mati memperjuangkan ambisi Wijaya untuk menguasai Nusantara.

Dengan bergabungnya Tanjung Palaka ratusan ribu rakyat ikut senang, karena negeri Kertanegara kuno yang telah terpecah belah, kini telah menyatu kembali. Panglima Wijaya sendiri datang ke negeri selatan dan saat ia bertemu dengan Tanjung Palaka, mereka langsung berpelukan. Ratusan ribu rakyat langsung menangis terharu karena mereka sekarang dapat bertemu kembali dengan sanak saudaranya yang terpisah lama, sejak kerajaan Kertanegara di pecah belah. Upacara itu juga sekaligus melantik Wijaya menjadi Jendral dan menguasai wilayah Kertanegara yang dulu.

Namun upacara itu tidak berakhir dengan bagus. Ada seorang tentara yang terluka berat dan berkuda ke arena upacara. Tentara itu langsung jatuh dari kuda pada saat ia melihat Jendral Wijaya,

“Perkemahan kita diserang tentara Kediri,” kata tentara itu dan menghembus napas terakhir.


Chen Mien langsung memimpin puluhan ribu tentara ke daerah itu dan menemukan banyak mayat. Para rakyat mengatakan bahwa banyak orang yang diculik termasuk putri Dwimurni sendiri. Perwira Chen langsung terdiam dan tidak dapat berkata apa-apa.

Ternyata hal licik itu dilakukan oleh panglima dari Kediri, panglima Merauke. Serangan tiba-tiba itu dilakukan untuk menghancurkan kekuatan Wijaya pada saat ia tidak siap. Serangan itu berhasil, dan WIjaya harus membangun ulang kerajaannya dalam waktu paling sedikit satu setengah tahun. Putri Dwimurni ditahan di kamar panglima Merauke siang dan malam. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik